Harap-harap Cemas Orangtua Jelang Belajar Tatap Muka

  • Whatsapp

RAGAMKABAR.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya tengah merampungkan sejumlah ketentuan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Anies menuturkan, bahwa meski di dalam aturan PPKM Level 3 kegiatan belajar mengajar di sekolah diizinkan, pihaknya tetap memprioritaskan keselamatan bagi para siswa dan guru.

Merujuk pada apa yang dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut, CNNIndonesia.com mencoba merangkum reaksi dari beberapa orangtua yang anaknya duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Nunung (36) mengatakan dirinya masih agak cemas dengan aturan belajar mengajar tatap muka yang akan segera dijalankan.

Sebab, Nunung dan anak perempuannya sempat terpapar Covid-19. Hal ini menyebabkan adanya kekhawatiran anaknya akan terpapar kembali.

“Agak cemas ya. Karena kami sempat positif Covid-19. Khawatirnya nanti anak terpapar lagi,” kata Nunung saat ditemui di rumahnya, Minggu (29/8).

Namun, jikalau pemerintah daerah sudah menyiapkan secara apik prosedur pembelajaran tatap muka, mungkin ketakutannya bisa sedikit berkurang.

“Tapi kalau dari Pemprov sudah siap dengan prosedur atau mekanisme belajar tatap muka secara baik, saya mungkin tidak terlalu khawatir,” tegasnya.

Begitu juga dengan Aisyah Dami (33), ia dan kedua anaknya juga sempat terpapar Covid-19, sehingga ada kekhawatiran yang sama. Tetapi jika mekanisme pembelajaran tatap muka menurut dia sudah baik, ia setuju dengan Pemprov DKI Jakarta.

“Sebetulnya agak khawatir. Tapi kalau pemerintah daerah punya aturan ketat untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka dengan baik, saya setuju saja,” pungkasnya.

Selain Nunung dan Aisyah, CNNIndonesia.com juga menghubungi orangtua bernama Rena (36) yang memiliki dua anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP.

Rena sendiri setuju dengan keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pembelajaran tatap muka, karena kedua anaknya sudah bosan belajar di rumah.

Mereka mengeluh tidak bisa bermain dan belajar bersama dengan teman-temannya di sekolah.

“Kalau saya setuju sekali dengan keputusan tersebut. Sebab, kedua anak sudah bosan belajar di rumah terus,” keluhnya.

“Yang paling terpenting protokol kesehatan di sekolah mereka bisa dijalankan dengan baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah mengatakan pihaknya berencana membuka pembelajaran tatap muka terbatas pada Senin (30/8).

Pembelajaran akan dilakukan di sekolah yang sebelumnya sudah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas beberapa bulan lalu.

“Untuk tatap muka DKI rencananya hasil rapat, tanggal 30 Agustus sudah mulai untuk meneruskan sekolah yang sempat melaksanakan PTM sebelum badai Covid itu,” kata Taga saat dikonfirmasi, Rabu (25/8).

Ia mengatakan setidaknya ada sekitar 610 sekolah yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka, mulai dari jenjang SD hingga SMK.

“Kan itu ada tiga gelombang (uji coba), ada bulan April 85 sekolah, Juni 138 sekolah, awal Agustus sudah disiapkan 372 sekolah, itu total ada 595. Ditambah lagi 15 sekolah madrasah yang sudah dinyatakan lulus pelatihan dan asesmen. Jadi totalnya ada 610 sekolah,” katanya.

(din/ard)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *